Mahadaya Cinta
|
S |
emenjak itu, aku berlalu meninggalkan kota tua ini. Kota di mana negara ini mengukir sejarah kelahirannya. Meski berlalu, untaian kenangan indah di keramaian pusat kota, masih setia melekat kuat di benak ini. Mm… Hakekat Cinta yang telah disampaikan di sana. Seolah sebongkah emas, hadir di depan mata dan diberikan kepadaku. Secepat itu. Begitu nyata. Indah. Sempurna! Entah kalimat apa yang harus aku ucapkan untuk memuji-Nya.
Sesuatu kebenaran, ketulusan dan kepercayaan penuh tanpa keraguan. Ya. Cinta itu, menjadi medan magnet yang menarik para pecintanya untuk selalu memikirkan orang-orang yang ia cintai. Cinta menggerakkan para pecintanya untuk melakukan dengan kerelaan hati segala sesuatu yang menyenangkan orang-orang yang dicintai. Cinta juga yang menancapkan rasa suka atas segala hal yang disukai oleh yang ia cintai, mendorongnya untuk berlaku seperti yang dilakukan orang yang ia cintainya. Inilah kunci pokok, apakah seseorang akan meniti jalan menuju ridha atau azab-Nya? Dua pilihan yang tidak mudah kita melaluinya.


Ah, cinta …
emas yang begitu berkilau dan indah sekailpun dapat berkarat, bagaimana dengan cinta? frekuensi tertinggi yang ada dalam bayangan virtual