Logika Desain versus Logika Masak T ahun 2007 lalu, adalah tahun dimana aku memiliki intensitas jam terbang cukup tinggi di Jakarta. Boleh dikatakan hampir setiap bulan aku pergi ke Jakarta. Di Jakarta pun aku tidak tanggung-tanggung. Antara 1-2 bulan di sana. Pulang lagi di Semarang selama satu bulan. Balik lagi ke Jakarta 1 bulan. Begitu [...]
Arsip untuk Oktober, 2008
Logika Desain versus Logika Masak
Diposkan dalam Uncategorized pada Oktober 31, 2008 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Tamu di Pagi Hari
Diposkan dalam Uncategorized pada Oktober 31, 2008 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Tamu di Pagi Hari “Kang Basith-nya ada?” Suara itu tidak begitu keras. Namun sayup-sayup terdengar menembus sela-sela jendela kamarku. Hari masih pagi. Udara dingin masih membelenggu kulit ari. Matahari pun belum nyaman menghangatkan bumi. Teman-temanku masih dalam aktivitas pagi sehari-hari. Tapi siapa gerangan tamu pagi hari? Sepertinya masing asing di telinga ini. Apa aku yang [...]
Oleh-oleh dari Sang Paman
Diposkan dalam Uncategorized pada Oktober 27, 2008 | 6 Komentar »
Oleh-oleh dari Sang Paman S udah enam bulan lamanya, Hana dan Taqiya merindukan liburan ke rumah eyangnya. Ia ingin ketemu eyang dan pamannya. Maklum saja, Hana mulai mengenyam pendidikan di Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu setengah tahun yang lalu. Sehingga ia tidak banyak waktu untuk bermain ke luar kota. Sedangkan Taqiya umurnya tidak lebih dari satu [...]
Mahadaya Cinta
Diposkan dalam Uncategorized pada Oktober 27, 2008 | 2 Komentar »
Mahadaya Cinta S emenjak itu, aku berlalu meninggalkan kota tua ini. Kota di mana negara ini mengukir sejarah kelahirannya. Meski berlalu, untaian kenangan indah di keramaian pusat kota, masih setia melekat kuat di benak ini. Mm… Hakekat Cinta yang telah disampaikan di sana. Seolah sebongkah emas, hadir di depan mata dan diberikan kepadaku. Secepat itu. [...]
Seandainya Kata Maaf itu Terucap . . .
Diposkan dalam Uncategorized pada Oktober 27, 2008 | 2 Komentar »
Seandainya Kata Maaf itu Terucap . . . P ertemuan ini adalah awal perkenalanku dengannya. Sebut saja Joe. Usianya lebih muda dari ku. Tubuhnya kecil, tidak tinggi ataupun pendek. Cukup standar bagi orang Indonesia. Perangainya sopan, terbuka, tidak menunjukkan ketidaksukaan bagi para pendatang. Awal yang indah. Pertemuan ketika akau sedang melaksakan tugas penelitian. “Tinggal dimana, [...]

